RILISJATENG.COM– Untuk ketujuh kalinya, Pemerintah Kabupaten Cilacap berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2022.
LHP LKPD Tahun Anggaran 2022 tersebut diserahkan oleh Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jateng Hari Wiwoho, di Ruang Auditorium Lantai 3, Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Selasa (16/05/2023). Selain Kabupaten Cilacap, BPK RI juga menyerahkan LHP LKPD enam kabupaten lain dengan predikat WTP, yakni Kabupaten Pati, Sukoharjo, Tegal, Temanggung, Grobogan dan Pekalongan.
“Kami berharap agar hasil pemeriksaan yang kami sampaikan dapat memberikan dorongan dan motivasi untuk terus memperbaiki pertanggungjawaban pelaksanaan APBD dan komitmen untuk mendukung penyelenggaraan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel,” kata Hari.
Atas pencapaian ini, Pj. Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar menyampaikan terimakasih atas dukungan berbagai pihak. Namun Yunita berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan terhadap beberapa catatan dari BPK, dengan mengoptimalkan Sistem Pengawasan Internal (SPI).

“Termasuk SPIP, sistem pengendalian internal pemerintah. Bagaimana memtigiasi risiko supaya tidak ada temuan. Ini semangatnya adalah komitmen bersama di setiap OPD untuk memastikan tata kelola di seluruh Kabupaten Cilacap itu harus benar. Patuh, sesuai prosedur, dan tidak ada hal hal yang menyimpang dari aturan,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Awaluddin Muuri. Meski Cilacap berhasil mempertahankan WTP yang ketujuh kali, pihaknya akan menindaklanjuti sejumlah catatan BPK, terutama berkaitan dengan tata kelola aset. “Ini harus kita perbaiki betul. Pesan dari BPK, aset kita banyak sekali. Oleh karena itu prosedur, tata cara, monitoring dan evaluasi agar aset ini bisa selamat akan kita lengkapi,” tegasnya.
Ketua DPRD Kabupaten Cilacap Taufik Nurhidayat turut mengapresiasi kinerja Pemkab Cilacap. Akan tetapi Taufik mengingatkan tantangan yang dihadapi tidak mudah. “Kalau ada catatan, ini perlu diurai. Ini menjadi koreksi, introspeksi. Misalnya pekerjaan, volumenya bisa dilihat dan ditemukan,” kata dia.
Taufik mengimbau kepada seluruh jajaran Pemkab Cilacap agar tidak terlena dengan predikat WTP, dan terus meningkatkan kinerjanya. Taufik juga mengapresiasi kerjasama dan koordinasi yang telah berjalan dengan baik. Sehingga meskipun masih meninggalkan sejumlah catatan, opini WTP berhasil dipertahankan.(RLS)
