Peringatan HUT Ke-52 IPPK, Mas Bupati Komitmen Optimalkan Pendidikan dan Dorong Hidup Sehat bagi Pensiunan Pendidik

Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan para pensiunan. Hal tersebut disampaikan dalam acara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 dan Reorganisasi Insan Purna Karyawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Kabupaten Cilacap, di Pendopo Wijayakusuma Cakti Cilacap, Selasa (5/8/2025).

Acara yang dihadiri oleh 300 perwakilan anggota IPPK dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Cilacap ini, menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Giono bisa terlaksana berkat dukungan dari Bupati Cilacap.

Berita Lainnya

“Kegiatan ini terselenggara karena difasilitasi sepenuhnya oleh Bupati Cilacap, kami ucapkan terima kasih sehingga kami bisa menggelar acara dengan mengundang hingga 10 orang perwakilan tiap Kecamatan untuk pertama kalinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua IPPK Kabupaten Cilacap periode 2020-2025, Muslih Arifin, menjelaskan bahwa IPPK berfungsi sebagai wadah bagi para pensiunan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ia juga mengenalkan motto IPPK, yaitu 5A, Awake Waras (badannya sehat), Atine Seneng (hatinya senang), Awet Uripe (panjang umurnya), Akeh Gunane (banyak manfaatnya), dan Akeh Ngibadaeh (banyak beribadah).

Muslih juga meminta kepada Bupati Cilacap sebagai pelindung IPPK untuk melindungi dan mengayomi organisasi ini.

“Sebagai pelindung, Pemerintah Kabupaten Cilacap, saya mohon keberadaan kami untuk diayomi dan dilindungi,” pintanya.

Mewakili Ketua IPPK Provinsi Jawa Tengah, Wakil Ketua IPPK Provinsi Jawa Tengah, Nurhadi Amiyanto, mengungkapkan rasa terharunya atas kepedulian Bupati Syamsul kepada IPPK.

“Saya merinding mendengar kepedulian Bapak Bupati kepada kita semua,” katanya.

Nurhadi juga mengucapkan selamat HUT ke-52 IPPK dan mendoakan agar kepengurusan yang baru dapat membawa organisasi ini makin sehat dan menerapkan prinsip 5A.

“Dirgahayu IPPK Ke-52, kami ucapkan selamat juga kepada kepengurusan yang baru, semoga kita makin sehat, makin awet uripe dan makin 5A,” ucapnya.

Kemudian Bupati Syamsul Auliya Rachman dalam sambutannya menyatakan bahwa memfasilitasi IPPK adalah kewajiban pemerintah.

“Dengan bangga kami berkewajiban memfasilitasi bapak ibu semuanya di sini, jadi tidak usah berterima kasih karena kami berkewajiban,” tegasnya.

Mas Syamsul juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-52 untuk IPPK dan berharap organisasi ini dapat terus mengamalkan prinsip 5A. Syamsul menekankan pentingnya prinsip ini, terutama “Akeh Ngibadaeh” sebagai tujuan akhir kehidupan.

“Yang paling terakhir itu sebenarnya adalah ending kita dalam kehidupan, harus Akeh Ngibadaeh,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyinggung reorganisasi kepengurusan IPPK dan memastikan bahwa selama masa jabatannya, IPPK tidak akan terlupakan. Syamsul juga berbagi latar belakang keluarganya yang berasal dari dunia pendidikan, dengan istri yang merupakan anak seorang guru SD dan dirinya sendiri anak seorang guru PAUD.

“Jadi, Insyaallah, kami berkomitmen untuk mengoptimalkan pendidikan,” imbuhnya.

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Pemkab Cilacap pada tahun 2025 mengalokasikan anggaran sekitar Rp20 miliar untuk Dana BOS pendamping.

“Sehingga kami berusaha untuk prihatin tapi tetap mengutamakan pembangunan infrastruktur dan mengoptimalkan pendidikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Syamsul juga berkomitmen untuk memperbaiki sistem dan budaya di dunia pendidikan, salah satunya dengan tidak adanya jual beli jabatan.

“Selama saya menjabat, insyaallah tidak ada jual beli jabatan di dalam dunia pendidikan. Kami berkomitmen untuk tidak ada jual beli jabatan saat perekrutan kepala sekolah, mutasi, promosi, guru-guru, penataan di dunia pendidikan,” paparnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Syamsul memberikan motivasi tentang cara mencapai 5A, yang ia rangkum dalam lima poin penting, yakni Pola Pikir, yaitu harus banyak positive thinking dan khusnudzon agar hidup terasa tenang dan tidak dipenuhi rasa takut.

Kemudian Pola Makan, yaitu mengatur jenis nutrisi dan waktu makan. Mas Syamsul menegaskan bahwa makanan sehat tidak harus mahal. Ia mencontohkan ikan kembung dan belut yang memiliki nutrisi tinggi. Selanjutnya Pola Hati (Manajemen Kalbu), yaitu mengatur hati agar selaras dengan pikiran, sehingga dapat berkata dan berbuat jujur.

Ada juga Pola Olahraga dan Istirahat, yaitu olahraga secukupnya sesuai usia dan mengatur istirahat yang cukup agar bisa bangun lebih pagi untuk beribadah. Terakhir adalah Pola Tingkah Laku atau, “Aja kakehan polah” (jangan terlalu banyak tingkah), karena terlalu banyak tingkah bisa membuat pikiran dan keuangan tidak sehat.

“Ini sedikit motivasi dari saya sebagai anak, semoga bisa berguna bagi bapak dan ibu setelah pensiun ini,” katanya.

Bupati Syamsul menutup sambutannya dengan meminta doa agar bisa terus konsisten dalam memimpin Cilacap agar Cilacap semakin Bercahaya dan Maju Besar(*)

Pos terkait