Karya desain gapura bertajuk “The Bloom of Energy” karya Thalita Deninner terpilih sebagai juara pertama dalam Sayembara Desain Gapura Cilacap 2026 yang mengusung tema “Harmoni Energi dan Tradisi: Wujudkan Cilacap Bercahaya, Maju, Besar”. Penyerahan hadiah dilaksanakan di Taman Jetty, area PT Sumber Segara Primadaya (S2P) Cilacap, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya, General Manager PT S2P Unit 3, Koen Agus Bondan, dewan juri, peserta, serta tamu undangan lainnya.
Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya mengapresiasi penyelenggaraan sayembara yang dinilai menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi melalui gagasan kreatif dalam pembangunan daerah.
“Tema yang diangkat menunjukkan upaya memadukan identitas lokal dengan semangat pembangunan. Saya bangga melihat antusiasme peserta yang sebagian besar berasal dari kalangan muda dan menunjukkan kepedulian tinggi terhadap Kabupaten Cilacap,” ujarnya.
Ammy juga menilai karya-karya yang masuk tidak hanya layak dipertimbangkan sebagai desain gapura utama, tetapi berpotensi dimanfaatkan pada titik-titik strategis lainnya di wilayah Kabupaten Cilacap.
General Manager PT S2P Unit 3, Koen Agus Bondan mengatakan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi salah satu kunci dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan, termasuk menghadirkan ikon daerah yang mampu memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat.
Menurutnya, gapura bukan sekadar bangunan fisik penyambut kedatangan, melainkan simbol identitas daerah, representasi karakter masyarakat, sekaligus cerminan semangat pembangunan.
“Melalui sayembara ini kami ingin memberikan ruang bagi arsitek, desainer, seniman, akademisi, dan masyarakat kreatif untuk menghadirkan gagasan terbaik dalam merancang gapura Kabupaten Cilacap yang modern, berkarakter, dan tetap mengangkat nilai-nilai lokal,” kata Koen.
Ia menambahkan, desain yang terpilih diharapkan dapat menjadi ikon baru yang membanggakan serta memperkuat citra Cilacap sebagai daerah yang maju, berbudaya, dan memiliki semangat pembangunan yang kuat.
Dalam sayembara tersebut, dewan juri melakukan penilaian berdasarkan berbagai aspek, mulai dari estetika, filosofi desain, kearifan lokal, fungsi, hingga peluang implementasi di lapangan.
