100 Siswa SD dan SMP Terdampak Banjir di Kabupaten Cilacap Menerima Bantuan Tas dan Alat Tulis

RILISJATENG.COM– Sebanyak 100 siswa dan siswi SD serta SMP yang terdampak banjir di beberapa wilayah eks-Kotip Kabupaten Cilacap pada Kamis (27/4/2023) lalu, mendapatkan bantuan berupa tas lengkap dengan alat tulisnya dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada masing-masing 10 siswa dan siswi perwakilan SD dan SMP di SD Negeri Sidanegara 6 Cilacap pada Kamis (11/5/2023) pagi. Bantuan diserahkan oleh Kepala Disdikbud Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, Kepala DP3AKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana) Provinsi Jawa Tengah, Retno Sudewi serta Penjabat Bupati Cilacap, Yunita Dyah Suminar.

Berita Lainnya

Dijelaskan oleh Penjabat Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar bahwa bantuan ini berasal dari Gubernur Jawa Tengah melalui UPZ Disdikbud Provinsi Jawa Tengah. Bantuan berjumlah 100 tas beserta isinya yang diberikan kepada anak-anak terdampak banjir yang terjadi di wilayah eks-Kotip Cilacap.

“Hari ini Pak Gubernur memberikan bantuan dari Provinsi untuk anak-anak yang kemarin terdampak banjir di Kabupaten Cilacap, di kota. Pada prinsipnya, Pak Gubernur sangat peduli dengan anak-anak, dengan pendidikan. Isinya tas, lengkap ada buku dan alat tulis. Ini tasnya bagus, bukan yang abal-abal, bisa awet sampai mereka masuk kuliah,” jelasnya sesuai penyerahan.

Kepedulian Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo terhadap pendidikan menurut Yunita adalah salah satu kunci sukses untuk mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah.

“Kunci kesuksesan kemiskinan salah satunya adalah pendidikan. Tentu yang utama adalah pada jenjang SD dan SMP. Karena SD dan SMP ini sebenarnya adalah wewenang Kabupaten, tetapi Pak Gubernur tidak melihat itu. Jadi ketika ada persoalan di Kabupaten/Kota, sebisa mungkin Pak Gubernur hadir untuk membantu,” lanjutnya.

Sementara Kepala Disdikbud Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah mengatakan bahwa bantuan ini adalah suatu bentuk kepedulian dan upaya agar tidak terjadi kesenjangan diantara anak-anak. Ditambah lagi, menurut Uswatun, pendidikan dasar adalah pendidikan yang sangat penting bagi anak karena pada jenjang ini karakter anak mulai dibentuk.

“Tas itu hanyalah benda. Tapi yang lebih penting adalah bentuk perhatian dan kepedulian terhadap pendidikan. Sehingga anak tidak merasa ada sebuah kesenjangan. jangan sampai ini muncul sebuah gap seperti “wah saya tidak mampu, dia lebih mampu”. Maka Jateng hadir untuk mengawal, membantu dan mendampingi anak-anak. Apalagi pendidikan dasar ini penting karena membentuk karakter anak,” kata Uswatun.

Kemudian Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Tengah, Retno Sudewi berpesan kepada seluruh tenaga pendidik untuk membangun Sekolah Ramah Anak, yakni sekolah yang bisa melindungi dan memenuhi hak-hak anak.

“Jadi ciptakan sekolah menjadi Sekolah Ramah Anak. Anak itu harus terlindungi, harus dipenuhi haknya. Hak untuk belajar tentunya, hak untuk bermain dan hak untuk mengeluarkan pendapat. Jika tercipta Sekolah Ramah Anak, pasti tidak akan ada kekerasan, tidak ada bullying dan tidak ada perkawinan anak,” ujar Retno.

Dalam kesempatan ini, Penjabat Bupati Cilacap juga menyempatkan diri untuk berbincang dengan anak-anak dan mengajak mereka bernyanyi. (RLS)

Pos terkait