RILISJATENG.COM– Pemerintah Kabupaten Cilacap akan mengoptimalkan pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak. Komitmen ini bertujuan mempercepat pembangunan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Penjabat Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar menerangkan, program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dilakukan beberapa waktu lalu, berhasil menekan angka stunting di Kabupaten Cilacap. Meski demikian diperlukan penilaian kinerja untuk mengevaluasi aksi konvergensi yang telah dilaksanakan.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) oleh Kementerian Kesehatan, tahun 2021 prevalensi stunting 17,9 persen. Pada tahun 2022, terjadi penurunan prevalensi stunting sebesar 0,3 persen menjadi 17,6 persen. Data survei tersebut berbeda dengan aplikasi E-PPGBM (Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat.

”Data E-PPGBM angkanya jauh berbeda. Yang jadi pertanyaan, kenapa selisihnya jauh? Ini karena kita tidak rajin update data,” ungkap Yunita dalam Rembug Aksi Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Cilacap Tahun 2023, di Ruang Jalabumi Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap, Rabu (7/6/2023).
Yunita menerangkan, sampai saat ini input data Balita dan Ibu Hamil ke aplikasi E-PPGBM Kabupaten Cilacap masih belum sesuai dari target yang diharapkan. Hal ini tentu membuat keputusan/kebijakan terkait program menjadi tidak akurat.
Yunita berharap hal ini menjadi perhatian seluruh pihak dalam menyamakan persepsi, meningkatkan sinergi dan penyelarasan tata laksana untuk keterpaduan penyelenggaraan intervensi percepatan pencegahan stunting bagi kelompok sasaran prioritas.
Pada kesempatan ini dilakukan penandatanganan komitmen bersama dukungan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Cilacap. Penandatanganan dilakukan oleh Pj. Bupati, Plt. Ketua DPRD Cilacap Kepala OPD, serta sejumlah stakeholder terkait.(RLS)







