RILISJATENG.COM– Tingginya angka kekerasan pada perempuan dan anak di Kabupaten Cilacap, menjadi alasan Penjabat Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar menjadikan Desa Planjan, Kecamatan Kesugihan sebagai Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) pertama di Kabupaten Cilacap.
Ditandai dengan pemotongan pita oleh Pj. Bupati Cilacap, pada Kamis (11/5/2023) di Balai Desa Planjan, Kecamatan Kesugihan, Desa Planjan, adalah satu – satunya desa di Kabupaten Cilacap yang terpilih menjadi pilot project Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Jawa Tengah.
Didirikannya DRPPA di Desa Planjan ini kata Kepala DP3AP2KB Prov Jateng, Retno Sudewi, juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan sinergitas, kekompakan, dan keterpaduan untuk mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Cilacap.
“Desa Planjan ini yang pertama di Kabupaten Cilacap sebagai Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, nanti Pj. Bupati akan melaunching seluruh Desa dan juga Kelurahan lainnya. Targetnya tahun 2023 ini, karena organisasi perempuan sudah ada, forum anak sudah ada, itu akan kita libatkan dan kita sengkuyung bareng,” ujarnya.
Ratna melanjutkan, untuk memberdayakan perempuan dan melindungi anak-anak dari kekerasan, perlu dilakukan pendekatan hingga wilayah terkecil, yakni desa atau kelurahan.
“Tujuannya supaya tidak ada lagi kekerasan terhadap perempuan dan anak, supaya perempuan berdaya, dan supaya tidak ada perkawinan anak. Itu semua untuk melindungi perempuan dan anak, karena anak adalah aset bangsa,” lanjutnya.
Sementara Penjabat Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar menjelaskan untuk mengoptimalkan DRPPA, perlu menerapkan strategi Tri Bina. Selain itu Yunita juga mendorong kepada 269 desa dan 15 kelurahan untuk menjadi DRPPA.
“Tri Bina itu Bina Keluarga Lansia, Bina Keluarga Balita, dan Bina Keluarga Remaja, itu strateginya. Membentuk wadah tidak perlu baru, tetapi yang sudah ada kita berdayakan kembali. Maka ini adalah strategi yang luar biasa, supaya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi tidak ada. Kuncinya adalah mereka harus melaporkan. Jadi pelopor, pelapor untuk negeri,” ucapnya.
Pj. Bupati juga mendorong kepada masyarakat untuk saling mengingatkan agar tidak melakukan pernikahan dini yang dilakukan oleh anak-anak dibawah umur karena terdapat banyak dampak negatifnya.
“Anak-anak jangan sampai menikah usia dini karena anak mentalnya belum cukup, fisik dan biologisnya juga belum baik, kemudian nanti juga jadi putus sekolah jika menikah di usia yang belum cukup. Ini adalah PR kita bersama sehingga harus kita sengkuyung bersama-sama, jadi harus faham bahwa ramah perempuan dan peduli anak adalah roh kita dalam bermasyarakat,” imbuhnya.
Dalam acara ini, diberikan juga bantuan 73 tas dan alat tulis kepada siswa siswi kurang mampu di Desa Planjan, bantuan berupa bahan dan alat untuk membuat tepung dari singkong bagi kelompok Peningkatan Produktifitas Ekonomi Perempuan (PPEP) ‘Srikandi’ Desa Planjan serta pembukaan pelatihan Peningkatan Produktifitas Ekonomi Perempuan yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Pj. Bupati Cilacap.
Hadir pula dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Dr. Uswatun Hasanah, Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Cilacap Dian Arinda Murni, Camat Kesugihan Cardian Galih Wicaksono dan Kepala Desa Planjan Daryono. (RLS)









