Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-54 Fokus Kuatkan 10 Program Pokok

Sebagai wadah gerakan pembangunan masyarakat, Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) memiliki peran penting untuk membantu mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, maju dan mandiri. Untuk mengenang hari lahir Gerakan PKK yang diperingati setiap tanggal 4 Maret, PKK Kabupaten Cilacap menggelar Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-54 Tingkat Kabupaten Cilacap Tahun 2026, Kamis (11/06/2026) di Pendopo Wijayakusuma Cakti Cilacap.

Mengangkat tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2026”, peringatan ini merupakan momentum gerakan bersama seluruh jajaran Tim Penggerak PKK, dari Pusat hingga Desa dan Kelurahan sampai Dasawisma, untuk semakin meneguhkan komitmen dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK serta mendukung kebijakan pembangunan Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

Berita Lainnya

“Keluarga adalah unit terkecil masyarakat tetapi memiliki peran terbesar dalam membentuk kualitas dan karakter suatu bangsa. Oleh karena itu, penguatan 10 Program Pokok PKK bukan sekadar rutinitas melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa”, jelas Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Cilacap, Mahdiana Taufik Nurhidayat saat membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK.

Senada, hal ini juga didukung penuh oleh Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya. 10 Program Pokok PKK selama ini terbukti mampu menjangkau berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari penghayatan dan pengamalan Pancasila, pendidikan, kesehatan, pangan, sandang, perumahan, hingga pelestarian lingkungan hidup. Program-program tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional dan cita-cita besar bangsa menuju Indonesia yang maju, sejahtera dan berdaya saing.

 

“Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran PKK Kabupaten Cilacap dan seluruh kader. Saya harap PKK bisa terus meningkatkan kapasitas dan inovasi, memperkuat kolaborasi dengan stakeholder, serta mampu menghadirkan program-program yang adaptif terhadap perkembangan jaman dan kebutuhan masyarakat”, ungkap Mbak Ammy.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol peringatan, peninjauan stand makanan dan cek kesehatan, serta pengisian materi oleh narasumber Reni Kusumowardhani yang merupakan seorang psikolog.

Pos terkait