Tim Penggerak PKK Kabupaten Cilacap menggelar Pelatihan Kesehatan Tradisional (Kestrad) bagi kader PKK tingkat kabupaten di Gedung Sumekar, Kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam mengembangkan kesehatan tradisional berbasis keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting.
Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Cilacap, Ny. Mujiati Suwardi, dalam laporannya mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran kader sebagai penggerak kesehatan masyarakat.
“Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai kebijakan dan program kesehatan tradisional, sekaligus memperkuat peran Tim Penggerak PKK dan kader Posyandu sebagai pendamping masyarakat dalam penerapan kesehatan tradisional berbasis keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan juga diharapkan mampu mendorong sinergi antara PKK, Posyandu, puskesmas, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan kesehatan tradisional di Kabupaten Cilacap.
Peserta kegiatan terdiri atas pengurus TP PKK Kabupaten Cilacap, Pokja IV TP PKK kecamatan se-Kabupaten Cilacap, serta kader Posyandu dari desa dan kelurahan yang telah memenuhi enam Standar Pelayanan Minimal Posyandu.
Sementara itu, sambutan Plt Ketua TP PKK Kabupaten Cilacap yang dibacakan Ketua III Sisilia Dian Setyabudi menegaskan bahwa kesehatan tradisional merupakan warisan bangsa yang perlu terus dilestarikan dan dimanfaatkan secara tepat.
“Kesehatan tradisional bukan hanya warisan budaya, tetapi juga telah menjadi bagian dari sistem pelayanan kesehatan yang diatur dan didukung oleh pemerintah,” katanya.
Menurutnya, Kabupaten Cilacap memiliki potensi besar dalam pengembangan kesehatan tradisional melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA), budaya minum jamu, hingga keberadaan penyehat tradisional yang masih tumbuh di masyarakat.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi implementasi kebijakan kesehatan tradisional, pijat dasar bayi, dan pijat oksitosin. Materi praktik tersebut dinilai memiliki manfaat besar dalam mendukung tumbuh kembang anak serta keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
“Keterampilan ini memiliki manfaat besar dalam mendukung tumbuh kembang anak, meningkatkan kenyamanan bayi, mempererat ikatan antara ibu dan anak, serta membantu keberhasilan pemberian ASI eksklusif,” tutur Sisilia saat membacakan sambutan.
Ia menambahkan, upaya sederhana seperti pijat bayi dan pijat oksitosin merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan generasi yang sehat sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Cilacap.
Melalui kegiatan ini, peserta dapat menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing. “Ilmu yang diperoleh hari ini jangan berhenti pada diri sendiri, tetapi dapat disebarluaskan kepada keluarga, kader lainnya, dan masyarakat melalui kegiatan Posyandu maupun pertemuan PKK,” katanya







