Tingkatkan Kuallitas Produksi Budidaya Sidat, Pemkab Cilacap Genjot Project IFish Di Majenang

RILISJATENG.COM– Pemerintah Kabupaten Cilacap kembali berupaya untuk mewujudkan pembangunan daerah secara merata, berkelanjutan dan berdaya saing di era ini. Salah satunya dengan mengoptimalkan potensi sektor perikanan di Kabupaten Cilacap.

Dalam hal ini, Kabupaten Cilacap didorong menjadi salah satu sentra pengembangan perikanan, khususnya Sidat.

Berita Lainnya

Potensi pengembangan budidaya Sidat di Cilacap turut mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Termasuk dari Dinas Perikanan Cilacap yang menggandeng Kementrian Kelautan dan Perikanan atau KKP dan FAO, yakni dalam mengakselerasikan project IFish di Cilacap.

Hal tersebut diwujudkan dengan diselenggarakannya pelatihan secara berkelanjutan mengenai Budidaya Sidat Stadia Glass Eel, di Balai Benih Ikan Kecamatan Majenang Cilacap, 22-23 Mei 2023.

Hadir dalam kesempatan ini Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap, Indarto dan Kepala Pusat Riset Perikanan – Kementerian Kelautan dan Perikanan, Yayan Hikmayani.

Plt. Kepala Dinas Perikanan, Indarto mengatakan bahwa tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan keberhasilan dalam budidaya Sidat di Cilacap.

Kemudian juga mendorong peningkatan kualitas maupun kapasitas para pembudidaya sidat agar dapat membudidayakan sidat stadia Glass Eel ke Elver. Sehingga nantinya pembudidaya dapat memperoleh benih sidat yang berkualitas untuk selanjutnya dapat dibesarkan sampai ukuran konsumsi.

”BBI Majenang ini diharapkan bisa menyediakan benih sidat berkualitas baik yang dibudidayakan dari stadia Glass Eel. Termasuk nantinya BBI dapat berperan menjadi fasilitator atau menyebarluaskan teknologi yang sesuai untuk budidaya Sidat bagi pembudidaya lainnya,” ungkapnya.

Pelatihan ini, lanjut Indarto, dilaksanakan dalam dua tahapan, dengan dilengkapi praktek budidaya di BBI Majenang. Pelatihan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai wilayah di Cilacap.

“Ini sudah tahap ke Dua yang masing-masing digelar selama Dua hari. Total ada 65 orang, baik pembudidaya, pengepul sidat maupun dari kalangan penyuluh perikanan yang berasal dari wilayah Cilacap Timur seperti Kroya, Sampang dan Adipala, maupun wilayah Barat dari distrik Sidareja, serta Majenang.”

Terkait materi pelatihan, dijelaskan bahwa para peserta diperkenalkan dengan teknologi budidaya sistem resirkulasi. Yakni menggunakan air secara berulang dalam satu sistem pembudidayaan sidat, untuk mengurangi kontaminasi dari luar sistem budidaya. Sehingga tidak memerlukan banyak air.

“Jadi yang kami kenalkan adalah teknologi penggunaan air secara berulang sehingga air dapat sehemat mungkin untuk pembudidayaan sidat. Ini sangat cocok juga bagi pembudidaya di wilayah perkotaan” ujarnya.

e7b0950e9a204d7487a42a53f8041d64

Sementara itu Kepala Pusat Riset Perikanan – Kementerian Kelautan dan Perikanan, Yayan Hikmayani mengatakan, sidat sendiri merupakan jenis ikan yang dilindungi. Adapun potensinya di Kabupaten Cilacap dinilai sangat menjanjikan.

Indikatornya dari pengembangan Project IFish di Cilacap selama enam tahun, berhasil melahirkan Koperasi Mina Sidat Bersatu yang mampu mengekspor sidat olahan berupa kabayaki ke Jepang.

Kemudian BBI Majenang juga dinilai menjadi bagian penting dari suplai benih ikan untuk usaha budidaya berkelanjutan.

“Jadi kenapa terpilih Majenang karena dari sisi ekologi itu sumber daya airnya baik dan melimpah, kemudian sumber benih Glass Eel juga dekat dari sini. Jadi kenapa tidak, BBI ini nanti ke depan juga diharapkan menjadi supplier atau penyedia benih Elver yang berasal dari budidaya Glass Eel untuk para pembudidaya sidat, minimal di Kabupaten Cilacap,” tandasnya.(RLS)

Pos terkait