Cilacap.rilisjateng.com – Pengelola bank sampah di Kabupaten Cilacap didorong memanfaatkan media sosial untuk memperluas edukasi pengelolaan sampah sekaligus mengenalkan layanan kepada masyarakat. Cara ini dinilai dapat membantu mengajak lebih banyak warga menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan menabung sampah.
Upaya tersebut dilakukan melalui Coaching Clinic Pemanfaatan Media Sosial untuk Sosialisasi Prinsip 3R dan Promosi Layanan Bank Sampah yang diikuti pengelola Bank Sampah Berkah Mandiri, Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Rabu (30/9/2026).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cilacap Buddy Haryanto mengatakan, kemampuan mengelola media sosial perlu disertai praktik agar dapat langsung diterapkan dalam aktivitas bank sampah.
“Bapak/Ibu tidak hanya mendapatkan materi, tetapi benar-benar mempraktikkan bagaimana mengambil foto, membuat caption, melakukan pengeditan sederhana, memposting, dan melihat respons masyarakat terhadap konten yang dibuat,” ujarnya.
Menurut dia, keterampilan tersebut diharapkan membuat pengelola bank sampah mampu menyampaikan kegiatan dan layanan secara mandiri melalui media sosial.
Program Manager SOLUSI-SNV, Audrie J. Siahainenia, mengatakan media sosial dapat menjadi sarana untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
“Media sosial menjadi salah satu cara untuk menyampaikan perubahan perilaku dan mengajak masyarakat agar lebih bertanggung jawab dalam membuang dan mengelola sampah,” katanya.
Pelatihan yang dilaksanakan bersama Perupadata, SNV Indonesia, dan LPPL Bercahaya FM Cilacap itu menggunakan pendekatan learning by doing. Peserta langsung berlatih membuat foto, menulis caption, melakukan pengeditan sederhana, mempublikasikan konten, hingga melihat respons masyarakat.
Selain Bank Sampah Berkah Mandiri, kegiatan serupa juga digelar di Bank Sampah Winong Sejati, Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan.
Pemanfaatan media sosial diharapkan membuat informasi mengenai aktivitas dan layanan bank sampah tidak hanya beredar melalui komunikasi warga, tetapi menjangkau masyarakat yang lebih luas. Langkah tersebut sekaligus mendukung edukasi pengurangan sampah dan target Cilacap bebas sampah plastik pada 2028.(***)







