RILISJATENG.COM– Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penyusunan Masterplan Smart City dan Quick Win Program Unggulan Kabupaten Cilacap di Hotel Aston Inn, Selasa (20/6/2023). Kegiatan yang digelar secara hybrid ini dibuka Penjabat Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar.
Kepala Diskominfo, Supriyanto dalam laporannya menjelaskan, Bimtek diikuti unsur organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, perwakilan dunia usaha dan undangan lainnya. Rencananya kegiatan ini digelar selama dua hari hingga Rabu (21/6/2023).
Acara ini juga dihadiri Koordinator Tim Gerakan Menuju Smart City Cilacap, Hafni Septiana selaku perwakilan Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan (LAIP) Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hafni berharap kota cerdas (smart city) tidak hanya dimiliki kota-kota besar, tetapi juga diimbangi kota-kota kecil.
”Untuk ikut dalam Gerakan Smart City kita melakukan penilaian dulu. Cilacap sudah ikut assesment tahun lalu, dan tahun ini bisa dilaksanakan,” jelas Hafni.

Hafni menerangkan, penyusunan masterplan dan quick win smart city ini bertujuan agar kabupaten/kota terpilih menjadi role model pelaksanaan kota pintar bagi daerah-daerah lain. Pemilihan dilakukan melalui tahap seleksi dengan melibatkan tim penilai dari berbagai kalangan, baik pemerintah, perguruan tinggi, maupun praktisi.
Gerakan Smart City, lanjut Hafni, lebih menekankan optimalisasi tata kelola kabupaten/kota yang berkelanjutan dan berdaya saing sesuai dengan potensi daerahnya masing-masing. Sehingga masyarakatnya hidup nyaman dan sejahtera, serta didukung kemudahan akses layanan publik yang handal.
”Itulah yang disebut cerdas. Bukan berarti tugas Kominfo saja, tetapi seluruh OPD terkait,” tegasnya.
Penjabat Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar mengungkapkan, konsep pengembangan smart city merujuk pada enam pilar, yaitu smart governance, smart society, smart living, smart economy, smart environment, dan smart branding.
”Karena ini bentuk kolaborasi, tidak hanya OPD tetapi juga Forkopimda, swasta, dan akademisi, kita sama sama membuat konsep dengan berkaca dari potensi yang kita punya,” tandas Yunita.(RLS)
